Henry Boyke Sitompul

Abstrak

Keselamatan pasien pada prosedur pelayanan bedah tetap menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan global. Intervensi berbasis sistem, seperti Surgical Safety Checklist (SSC) yang diprakarsai oleh World Health Organization, dirancang untuk mengurangi kejadian tidak diinginkan dan memperbaiki hasil klinis. Laporan Global Patient Safety Report 2024 menunjukkan bahwa komplikasi pada operasi masih tinggi dan sebagian besar kejadian merugikan bersifat dapat dicegah. Berbagai evidence synthesizes dari studi-studi terbaru menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap SSC bervariasi secara global dengan rata-rata kepatuhan sekitar 73 % dan kelengkapan checklist hanya 51 %. SSC telah dikaitkan dengan penurunan komplikasi dan mortalitas perioperatif, penurunan kejadian adverse event, serta peningkatan komunikasi tim di ruang operasi. Artikel ini meninjau bukti empiris terbaru terkait efektivitas SSC dan membahas implikasinya terhadap keselamatan pasien.

Kata kunci: Surgical Safety Checklist, keselamatan pasien, komplikasi bedah, mortalitas perioperatif, kepatuhan implementasi.


Pendahuluan

Pelayanan bedah merupakan  bagian penting dari suatu sistem pelayanan kesehatan, tetapi tetap berisiko tinggi terhadap komplikasi berkaitan kesalahan prosedural dan kegagalan komunikasi tim. Laporan Global Patient Safety Report 2024 kembali menegaskan kesiagaan dan fokus pada keselamatan pasien sebagai prioritas yang mendesak, termasuk pada layanan bedah yang merupakan salah satu area risiko tertinggi dalam perawatan pasien. Insiden yang  terkait operatif merupakan kontributor utama pada kasus kejadian merugikan (adverse events), dengan komplikasi yang terjadi pada sebagian besar pasien yang menjalani operasi dan sejumlah besar kematian yang bisa dicegah.

WHO Surgical Safety Checklist merupakan alat daftar periksa 19 item yang mendasar dan dilaksanakan pada tiga fase kunci (sign-in, time-out, sign-out) untuk memastikan komunikasi tim efektif dan verifikasi kritis sebelum, selama, dan setelah prosedur pembedahan, dan sudah berusia 2 dekade sejak diluncurkan pada tahun 2009. namun kepatuhan terhadap pelaksanaan SSC masih belum sesuai dengan harapan.


Metode

Artikel ini merupakan suatu  tinjauan pustaka naratif yang mensintesis bukti empirik dan data global dari tinjauan sistematis, studi observasional, dan laporan terkini yang dipublikasikan antara 2020 hingga 2025 terkait kepatuhan SSC, dampaknya terhadap komplikasi serta mortalitas pasien bedah.


Hasil

1. Kepatuhan dan Implementasi SSC Secara Global

Dari hasil analisis sistematis terbaru yang mencakup 13 studi observasional melaporkan bahwa tingkat kepatuhan implementasi SSC secara global rata-rata adalah sekitar 73 % (95 % CI: 62–85 %). Sedangkan tingkat kepatuhan pada komponen checklist menunjukkan variasi: Sign-In (76 %), Time-Out (61 %), dan Sign-Out (62 %), sementara itu untuk kelengkapan checklist (implementasi menyeluruh semua item) diperkirakan sekitar 51 %.

Untuk kondisi di Indonesia kepatuhan menjalankan SSC dalam konteks nasional belum ada angka yg menjadi pegangan , dan masih bersifat segmental , dimana beberapa Rumah sakit meneliti sendiri , sehingga angkanya sangat variatif.

Gambar SSC yang pertama dikeluarkan 2009.

2. Dampak pada Komplikasi dan Mortalitas

Bukti empiris menunjukkan bahwa penggunaan SSC secara konsisten berkorelasi dengan penurunan komplikasi dan mortalitas perioperative, beberapa penelitian di manca negara seperti hal berikut

  • Studi implementasi di Chile menunjukkan penurunan komplikasi besar dari 11 % menjadi 7 % dan penurunan mortalitas dari 1,5 % menjadi 0,8 % setelah SSC diterapkan.
  • Laporan WHO menyatakan SSC dapat mengurangi komplikasi dan mortalitas lebih dari 30 %.
  • Investigasi independen menunjukkan checklist dapat mengurangi odds mortalitas perioperatif 30-hari hingga 40 % lebih rendah pada operasi laparotomi darurat dibanding tanpa checklist.

3. Efek terhadap Komunikasi Tim dan Adverse Events

Implementasi SSC tidak hanya menurunkan angka komplikasi, tetapi juga berperan memperbaiki kualitas komunikasi tim klinis di ruang operasi dimana setiap anggota tim mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan pasien, yang merupakan faktor penting dalam pencegahan kesalahan prosedural. Kepatuhan yang tinggi terhadap checklist dihubungkan dengan lebih sedikit adverse events yang disebabkan oleh kesalahan komunikasi, terutama pada fase time-out yang menjadi titik kritis diskusi tim.


Pembahasan

Temuan menunjukkan bahwa SSC adalah alat yang signifikan dalam peningkatan keselamatan pasien, tetapi kepatuhan implementasi masih suboptimal secara global. Kepatuhan 73 % berarti lebih dari satu per empat prosedur bedah tidak sepenuhnya memenuhi protokol SSC, dan kelengkapan checklist yang hanya 51 % menunjukkan masih banyak item penting yang terlewatkan selama pelaksanaan, hal ini masih memprihatinkan. Faktor-faktor yang memengaruhi meliputi sumber daya, beban kerja, pelatihan tim dan budaya organisasi.

Selain itu, data terbaru menunjukkan bahwa SSC tetap efektif bahkan di konteks layanan kesehatan dengan sumber daya terbatas (misalnya pada beberapa studi peningkatan kepatuhan di Afrika Timur menunjukkan peningkatan adherence dari 37 % menjadi hampir 99 % setelah pelatihan).


Kesimpulan

Surgical Safety Checklist terbukti secara ilmiah meningkatkan keselamatan pasien dengan menurunkan tingkat komplikasi dan mortalitas perioperatif. Rata-rata angka kepatuhan global sekitar 73 % dan kelengkapan penerapan 51 % menunjukkan masih terdapat ruang perbaikan besar dalam implementasi. Peningkatan kepatuhan SSC melalui pelatihan, audit, serta perubahan budaya organisasi merupakan langkah penting untuk memperkuat keselamatan pasien dalam konteks layanan bedah di seluruh dunia.


Referensi Utama

  1. World Health Organization. Safe Surgery Saves Lives: WHO Surgical Safety Checklist. … (2024)
  2. Systematic review: compliance and completeness of SSC implementation. … (2025)
  3. Implementation outcomes of SSC on complications and mortality. … (2024)
  4. WHO and global patient safety context. Global Patient Safety Report 2024.
  5. Henry Boyke Sitompul (2025 )  Safety Surgical check List dan Budaya Kepatuhan Dalam Membangun Keselamatan pasien

Jakarta 27 september 2023

Dr.dr Henry Boyke Sitompul SpB FICS.FISQua


Shopping Basket